Jawab Dulu Pertanyaan Ini sebelum Komplain karena Klaim Asuransi Mobil Ditolak

Komplain kepada perusahaan asuransi lantaran klaim asuransi mobil ditolak menjadi hal yang wajar. Ini sebagai bentuk respon kita sebagai nasabah manakala kewajiban berupa pembayaran premi telah dilakukan tapi tidak memperoleh hak berupa ganti rugi dari perusahaan asuransi saat tertimpa musibah entah itu tergelincir, kejatuhan benda, tabrakan, kebakaran, ataupun kehilangan mobil. Akan tetapi, alangkah baiknya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini sebelum mengajukan komplain pada perusahaan asuransi karena penolakan klaim:

Apakah polis masih aktif?

Coba periksa status polis asuransi mobil Anda, masih aktifkah? Komplain bisa dilanjutkan apabila polis asuransi mobil sebagai salah satu syarat utama pengajuan klaim masih dalam status aktif. Klaim tidak diproses apalagi dicairkan bisa jadi karena unsur kesengajaan dari pihak perusahaan. Misalnya karena tidak ada dana untuk membayar klaim, guna mendapatkan untung lebih, atau alasan-alasan lainnya. Akan tetapi, melakukan komplain apalagi sampai membawa kasus penolakan klaim ini ke meja hijau hendaknya tidak diteruskan ketika diketahui polis asuransi sudah non-aktif.

Hal tsb murni kesalahan Anda sebagai nasabah di mana tidak membayar premi secara disiplin & tepat waktu sehingga polis dinon-aktifkan. Maka dari itu, jangan menunda-nunda pembayaran premi setelah menerima gaji. Mengingat premi asuransi biasanya dibayarkan per tahun, hendaknya segera mengalokasikan gaji bulanan untuk pos premi asuransi mobil. Kalau mudah lupa, setting reminder di handphone sebagai barang yang selalu Anda bawa kemana-mana selain dompet.

Apakah status polis di luar masa tunggu?

Setiap perusahaan asuransi biasanya memberikan masa tunggu kepada setiap nasabah untuk memperoleh manfaat produk asuransi, termasuk asuransi mobil. Durasi masa tunggu yang diberikan biasanya 12 bulan. Artinya, selama masa tunggu tsb, nasabah tidak bisa mengajukan klaim asuransi. Kalaupun masih bersikeras, pengajuan klaim tidak akan diproses oleh perusahaan asuransi.

Bertolak dari kondisi ini, hendaknya mengecek status polis asuransi sebelum mengajukan komplain pada perusahaan karena klaim tidak dapat dicairkan, apakah sudah di luar masa tunggu? Kalau ya, komplain tentu tidak bisa Anda lakukan karena ini sudah kebijakan dari perusahaan dan tentunya telah Anda sepakati melalui tanda tangan yang dibubuhkan dalam polis asuransi mobil. Terkecuali jika klaim ditolak jika polis sudah selesai masa tunggu, Anda berhak mengajukan komplain.

Apakah klaim termasuk dalam klausul?

Jangan buru-buru komplain ke perusahaan asuransi lantaran klaim asuransi mobil Anda failed. Apakah sudah pasti kalau klaim termasuk dalam klausul? Jika benar, Anda berhak untuk menanyakan kepada pihak perusahaan, apa yang membuat mereka menolak klaim Anda. Kalau klaim tidak termasuk dalam klausul, misalnya:

  • Kerusakan mobil di bawah 75% seperti spion patah, lecet, bamper penyok, atau lainnya, tapi Anda sebelumnya memutuskan memilih perlindungan Total Loss Only
  • Kerusakan mobil diakibatkan karena adanya unsur kesengajaan untuk sekedar memperoleh ganti rugi atau karena melanggar aturan lalu lintas
  • Kerusakan mobil akibat bencana alam seperti banjir, tapi Anda tidak mencantumkan perlindungan perluasan banjir pada polis asuransi
  • Kehilangan mobil lantaran Anda mempercayakan petugas valet untuk memarkirkan mobil

Anda harus lapang dada menerima klaim tidak dicairkan oleh pihak perusahaan. Anda tidak bisa komplain atau menggugat karena kejadian tsb memang tidak masuk dapat tanggung jawab perusahaan memberikan ganti rugi. Oleh karenanya, sangat disarankan membaca sekaligus memahami polis asuransi mobil sebelum menandatanganinya untuk mencegah kesalahpahaman di kemudian hari. Membaca polis dengan baik juga untuk menghindari kebijakan perusahaan yang merugikan. Anda bisa meminta polis asuransi mobil yang baru jika menemukan kejanggalan di dalamnya.